“Aku Belajar Mengetik di Warung Pasinaon”

Tulisan Asnawiyah

Tulisan di atas tersebut ditulis oleh Asnawiyah, seorang nenek berusia 55 tahun, ia menceritakan pengalamannya belajar mengetik dengan menggunakan komputer di Warung Pasinaon. Bahasa yang digunakan sangat sederhana, diselingi oleh bahasa Jawa sehari-hari.

Asnawiyah hanyalah satu dari sekian banyak ibu-ibu berusia senja yang mendapatkan kesempatan untuk belajar di Warung Pasinaon yang dikelola oleh Tirta Nursari. Wapas, demikian Warung Pasinaon biasa disebut merupakan sebuah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang terletak di dusun Talun, Desa Bergaslor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Awalnya TBM ini dibentuk dari rasa kepedulian dan keprihatinan Tirta Nursari (39) terhadap kehidupan anak-anak di desa Talun yang ditinggalkan oleh orang tuanya untuk bekerja di pabrik-pabrik yang berada di sekitar desa tersebut. Khawatir bahwa anak-anak tersebut kurang mendapatkan perhatian dan pendidikan yang tepat karena sehari-hari mereka diasuh oleh para lansia, yang mungkin pola pengasuhannya sudah ketinggalan jaman, maka Tirta Nursari memutuskan untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di rumahnya.

Tirta Nursari

Namun seiring dengan perjalanan waktu, ternyata tidak hanya anak-anak saja yang ikut belajar melainkan ibu-ibu dan para lansia pun turut bergabung dalam TBM tersebut. Melihat bahwa potensi untuk membicarakan orang lain alias menggosip besar apabila ibu-ibu dan para lansia tersebut berkumpul, maka Tirta Nursari mencoba menyalurkan energi tersebut dalam sebuah kegiatan yang lebih positif, salah satunya adalah membaca untuk meningkatkan pemahaman aksara mereka.

Bersamaan dengan itu, pada tahun 2010, munculah program Koran Ibu yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, maka Tirta bermaksud mengajak ibu-ibu yang hobi bercerita tersebut untuk menuangkan ceritanya ke dalam sebuah tulisan. Dari situlah Koran Pasinaon ini berdiri.

Dengan berbekal buku tulis dan bolpoint, Tirta menyemangati para lansia untuk belajar menjadi wartawan. Di sela-sela waktu bekerja mereka sebagai petani maupun pengasuh anak, para lansia ini belajar untuk peka terhadap keadaan sekeliling dan menuliskannya dalam sebuah tulisan yang nantinya akan disunting oleh Tirta.

Warung Pasinaon

Pada akhirnya Koran Pasinaon menjadi koran lokal yang juga difungsikan oleh warga setempat sebagai media pembelajaran. Selain Asnawiyah, ada beberapa lansia yang aktif menulis untuk koran Pasinaon tersebut antara lain adalah Rohmiyati (54), Sugimah (64). Berita yang mereka tulis tidak lepas dari apa yang mereka lihat sehari-hari. Tidak bertele-tele, mereka menulis dengan bahasa yang terlintas di kepala, dengan tulisan yang seperti tulisan anak SD, namun justru gaya bahasa tersebut lebih mudah dipahami oleh warga setempat. Beberapa contoh tulisan tersebut antara lain; ‘Satu Anak Meninggal Karena Nggandul Truk’ ditulis oleh Sugimah sebagai pengingat untuk anak-anak agar berhati-hati dan tidak menumpang atau nggandul (bergelantungan) truk jika pulang sekolah. Selain itu ada tulisan Rohmiyati yang bercerita bagaimana ia diwawancarai oleh Andy F Noya untuk acara Kick Andy dengan judul “Diliput Metro TV”

Wartawan Lansia

Walaupun dengan dana yang terbatas, Tirta berusaha untuk terus menerbitkan Koran Pasinaon tersebut agar ibu-ibu, para lansia, dan warga setempat mempunyai wadah untuk berkreasi dan mengembangkan diri. Harapan para lansia tersebut sederhana, dengan semakin berkembangnya pemahaman aksara mereka maka akan semakin berkembang pula pengetahuan mereka sehingga nantinya tidak mudah ditipu oleh orang, tidak tersesat jika bepergian karena sudah bisa membaca, dll.

Dalam kesempatan kunjungan ke Warung Pasinaon beberapa waktu lalu, dalam benak saya terlintas, sebuah wadah yang dilandasi dari rasa peduli tidak akan pernah salah. Yang dilakukan Tirta Nursari adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungannya. Saya pun hanya bisa menghaturkan salut, menjura dari lubuk hati paling dalam.

7 thoughts on ““Aku Belajar Mengetik di Warung Pasinaon”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>