#3Penguasa: Impian Semu Rukiyah

Borobudur-20120422-00191

Impian Semu Rukiyah merupakan cerita pertama grup 10 dari cerita berantai #3Penguasa yang diadakan oleh Komunitas Blogger Bogor. Grup 10 akan diawali oleh cerita dari saya kemudian berturut-turut dilanjutkan oleh @nilaayu dan @wkf2010.

Cerita ini bermula pada….

Rukiyah duduk di sebelah ibunya yang tengah menggoreng keripik pisang sambil sesekali merengek. ‘Mbok’, berkali-kali ia memanggil perempuan paruh bayah yang bermandikan peluh di depan penggorengan tanpa digubris sekalipun. Simbok Sariyem, demikian ibunya biasa dipanggil di desa tempat mereka tinggal, masih sibuk dengan irisan pisang tanduk yang sudah harus siap sebelum pagi menjelang. Rengekan Rukiyah dianggap angin lalu, jika permintaan keripik pisang tidak bisa dipenuhi tepat waktu, maka hari itu mereka tidak akan bisa makan. Bagi simbok Sariyem, mendapatkan uang belanja harian lebih penting ketimbang menanggapi rengekan Rukiyah.

Rukiyah frustasi. Ia melangkah keluar dari dapur berdinding gedeg sambil membanting pintu. Keras. Meninggalkan bekas pada dinding-dinding anyaman bambu yang sudah mulai rapuh termakan rayap. Setengah melompat ia melewati pematang sawah yang sebagian tanahnya tergenang air sisa hujan semalam. Diangkatnya tinggi-tinggi kain batik yang ia kenakan agar tidak terkena cipratan air. Sepetak demi sepetak sawah ia lalui begitu saja tanpa menyapa orang-orang yang bekerja di atasnya seperti yang biasa Rukiyah lakukan. Hatinya kesal. Sudah dua hari ia mencoba berbicara pada ibunya, meminta ijin untuk meninggalkan kampung Sidomulyo dan bekerja di kota, sebagaimana teman-teman sebayanya lakukan. Tapi ibunya tak setuju. Simbok Sariyem ingin Rukiyah tetap berada di desa dan membantunya berjualan keripik pisang. Bekerja di desa atau di kota buat simbok Sariyem sama saja, asal yang dikerjakan halal, apapun bisa menghasilkan uang.

‘Simbok kuno’ gerutu Rukiyah sepanjang pematang. Sampai kapan ia akan terus berkutat di dapur kusam, mengiris pisang tanduk dan membiarkan jarinya ternoda oleh getah-getah kulit pisang? Sementara teman-teman sebaya yang merantau ke kota sudah mulai mengenakan gelang dan menghiasi kuku mereka dengan cat kuku berwarna-warni. Atau sampai kapan kain batik dan kebaya lusuh menjadi kostum sehari-hari, ketika Sri bahkan Dayu memakai rok bunga-bunga di hari Lebaran?

‘Iyah’ sebuah suara menghentikan langkah Rukiyah. Seorang laki-laki berusia sekitar dua puluh lima tahun, mengenakkan caping dan membawa peralatan bertani menghampiri Rukiyah.

‘Kang Darto’ Rukiyah melemparkan seulas senyuman.

‘Kamu mau kemana Iyah, pagi-pagi sudah ada di sawah? Ndak membantu simbok?’

Ndak, Kang. Aku sedang kesal’ jawab Rukiyah merengut.

‘Simbok Sariyem?’ tebak Darto langsung.

Rukiyah mengangguk. ‘Simbok masih ngga mengijinkan aku buat bekerja ikut Sri dan Dayu ke kota, kang.’

Oalah Rukiyah, buat apa kamu itu ikut-ikutan bekerja di kota sama mereka. Simbokmu itu benar. Ngapain jauh-jauh cari kerja di kota, lha wong di sini saja kamu bisa bantu simbok jualan’,  Darto tergelak. Tak habis pikir ia dengan jalan pikiran Rukiyah, gadis yang diam-diam dicintainya itu.

‘Tapi di kota itu duitnya banyak kang. Kalau aku kerja di kota, simbok ndak usah lagi jualan keripik pisang’, Rukiyah bersikeras.

Darto menghela nafas, ‘Yah, kalau kamu kerja di kota, simbok nanti tinggal sama siapa? Apa kamu ndak kasihan sama simbok, sendirian di rumah?’

Rukiyah terdiam.

bersambung….

#ImpianSemuRukiyah akan dilanjutkan oleh @nilaayu, silahkan..

{ Leave a Reply ? }

  1. IndahJuli

    Gita, cerita ini diikutkan saja dalam lomba cerpen Rohto, biasanya sih digelar menjelang akhir tahun. Lomba itu lebih mementingkan cerita bernuansa lokal, budaya daerah.
    Ceritanya bagus :)

  2. MT

    kuperhatikan dari beberapa grup, ceritanya keren-keren. bukukan ah!

  3. wongkamfung

    Cerita berlatar ndeso kayak gini ni yang saya suka. Seperti membaca kisah sendiri. :mrgreen:

    Salam persahablogan,
    @wkf2012 ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Pingback & Trackback

  1. 3 Penguasa | blogor.org - Pingback on 2012/04/23/ 13:30
  2. Impian Semu Rukiyah (3) | Wong Kam Fung - Pingback on 2012/05/09/ 07:21